Langsung ke konten utama

Menunggu Fajar


Kita bagai malam menuju fajar
Saat malam tiba aku hadir disisimu
Aku menjagamu disetiap tidurmu
Tapi..apa kamu tahu aku menjagamu?
Mungkin kamu tahu tapi seolah tidak tahu
Aku terus menunggu fajar
Menunggu dan terus menunggu
Berharap kamu tahu akulah yang menjagamu
Namun sampai kapan?
Saat fajar hampir tiba
Entah mengapa aku lelah menjagamu

Komentar

  1. Assalamualaikum..
    kak bagaimana supaya kita bisa menghilangkan rasa benci terhadap orang lain??

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengatasi Mi Remote yang Tidak Berfungsi

Kita pasti sering banget kehilangan remote tapi kita gak mungkin kehilangan smartphone. Semakin berkembangnya zaman kita gk perlu repot-repot cari remote yg hilang entah dimana eh nanti tiba-tiba remotenya ada dikursi. Gk usah sedih yah. Untuk para pengguna xiaomi dan pengguna handphone lainnya yg memiliki sensor yg bisa digunakan sebagai remote pastinya sudah tau tentang kecanggihan ini. Oke, karna saya pengguna xiaomi kita termasuk pemgguna yg beruntung karena dengan harga yg murah kita bisa menikmati layanan ini. Namun, untuk para pemula terkadang bingung kok mi remotenya gk bisa digunakan sih?. Nah ini seperti pengalaman saya, padahal sinyal sudah bagus dan sensornya pas di depan tv hm. Jadi ini masalahnya karna versinya yg berbeda. Berikut ini adalah cara merubah versi tersebut. 1. Buka mi remote di hp kamu. Klik tanda + 2. Kalau sudah di klik bakalan muncul pilihan. Sekarang kamu tinggal pilih remotenya mau dipake untuk apa           ...

KUMPULAN PUISI ANGKATAN 45

KUMPULAN PUISI ANGKATAN 45 Aku  (Chairil Anwar) Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi PRAJURIT JAGA MALAM  Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?  Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,  bermata tajam  Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya  kepastian  ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini  Aku suka pada mereka yang berani hidup  Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam  Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu......  Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !  (1948)  Siasat,  Th III, No. 96  1949  MALAM  Mulai kelam  belum buntu malam ...

CERPEN ASRUL SANI DARI SUATU MASA DARI SUATU TEMPAT

Dari Suatu Masa Dari Suatu Tempatmerupakan kumpulan cerpen karya Asrul Sani yang diterbitkan Pustaka Jaya, Jakarta pada tahun 1972, dengan tebal 125 halaman. Cerpen dalam kumpulan itu umumnya ditulis pada tahun 1950-an. Cerpen "Bola Lampu" yang dimuat dalamAntologi Cerita Pendek Indonesia oleh Satyagraha Hoerip diterbitkan oleh Pusat Bahasa pada tahun 1984 dan beberapa tahun kemudian diterbitkan oleh Gramedia. Cerpen "Bola Lampu" juga dimuat dalam Gema Tanah Air-nya H.B. Jassin. Buku itu berisi sepuluh cerpen, yaitu (1) "Bola lampu", (2) "Sahabat Saya Cordiaz", (3) "Orang Laki-Bini", (4)"Beri Aku Rumah", (5) "Perumahan bagi Fadjria Novari", (6) " Dari Suatu Masa", (7)" Dari Suatu Tempat", (8) "Oktober 1945" (dalam dua judul, yaitu "Jembatan Tanah Abang" dan " Kereta Malam Yogya-Jakarta"), (9) "Panen", dan (10) "Museum". Dari sepuluh cerpen itu yan...